Kolaborasi Internasional Dorong Hilirisasi Produk Perikanan di Aceh

Banda Aceh – Universitas Syiah Kuala menjalin kolaborasi internasional dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Pulau Pinang dalam kegiatan Community Development International Inbound tahun 2026. Program ini berfokus pada pengolahan serba ikan untuk menghasilkan produk bernilai tambah ekonomi pada Koperasi Produksi Fish Jelly Aceh.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diketuai oleh Dr. Sofia, S.Si., M.Sc., dengan anggota Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si., IPU, ASEAN Eng., Ir. Cut Nilda. S.TP.,M.Sc , Zahiruddin Ramli , serta Ir. Mujiburrahmad, S.P., M.Si., yang merupakan dosen dari Program Studi Manajemen Agribisnis. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas pelaku usaha perikanan lokal melalui pendekatan berbasis teknologi dan manajemen usaha.

WhatsApp Image 2026 04 27 at 09.56.15 1 1 1

Selama ini, kelompok pengolah ikan di Aceh masih cenderung memasarkan hasil tangkapan dalam bentuk segar dengan nilai ekonomi relatif rendah. Selain itu, keterbatasan dalam aspek teknologi pengolahan, mutu produk, manajemen usaha, serta pemasaran menjadi tantangan utama dalam pengembangan usaha. Oleh karena itu, program ini hadir untuk memberikan solusi komprehensif melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan mitra secara aktif.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan mitra dalam memproduksi olahan ikan bernilai tambah seperti bakso ikan, nugget ikan, dan kaki naga. Selain itu, program juga mendorong penerapan standar operasional prosedur (SOP) guna menjamin mutu dan keamanan pangan, penguatan kelembagaan dan manajemen usaha, serta peningkatan daya saing produk melalui inovasi kemasan dan pemasaran digital.

“Melalui kolaborasi ini, kami ingin mendorong transformasi dari penjualan bahan mentah menuju produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dan daya saing pasar yang kuat,” ungkap tim pelaksana.

WhatsApp Image 2026 04 27 at 09.56.16

Target yang ingin dicapai meliputi dihasilkannya minimal tiga jenis produk olahan ikan beku siap jual, tersusunnya paket SOP produksi dan keamanan pangan yang diterapkan mitra, terbentuknya sistem manajemen usaha sederhana, serta tersedianya desain kemasan dan label produk yang menarik. Selain itu, mitra juga didorong untuk aktif memanfaatkan platform digital sebagai sarana pemasaran.Program ini juga memberikan rekognisi bagi mahasiswa melalui kegiatan KKN maupun SKPI, sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian indikator Sustainable Development Goals (SDGs) dan THE Impact Ranking.

Metode pelaksanaan dilakukan melalui tahapan sosialisasi, perancangan program, penyediaan sarana produksi, pelatihan teknis, serta monitoring dan evaluasi guna memastikan keberlanjutan program.

Kolaborasi internasional ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan agribisnis berbasis komunitas yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat daya saing produk perikanan lokal di pasar yang lebih luas.