Kolaborasi D3 Manajemen Agribisnis dan YOUSEA dalam Seminar Agribisnis Perikanan

Kamis, 16 April 2026. Hari ini, Program Studi D3 Manajemen Agribisnis sukses menyelenggarakan seminar bertema “Revolusi Agribisnis Perikanan Menuju Ketahanan Pangan Nasional”. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen akademik dalam mendorong pengembangan sektor agribisnis, khususnya di bidang perikanan yang memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan Indonesia.

Seminar ini menghadirkan narasumber inspiratif, Brian Guntur, S.E., M.Si., selaku Founder C-Farm, yang dikenal aktif dalam pengembangan agribisnis perikanan modern, khususnya budidaya ikan lele sangkuriang. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya inovasi, efisiensi produksi, serta pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor perikanan.

Menurut Brian Guntur, ikan lele sangkuriang merupakan salah satu komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomis tinggi serta peluang pasar yang luas. Dengan manajemen yang tepat dan penerapan sistem budidaya yang modern, agribisnis lele dapat menjadi salah satu solusi strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

 

WhatsApp Image 2026 04 16 at 15.36.18WhatsApp Image 2026 04 16 at 15.36.17

Kegiatan ini juga merupakan hasil kolaborasi antara Program Studi D3 Manajemen Agribisnis dengan YOUSEA (Youth Social Education Awareness), sebuah komunitas pemuda yang bergerak di bidang sosial dan pendidikan. Kerja sama ini diharapkan dapat memperluas dampak positif kegiatan akademik ke masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya sektor agribisnis.

Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Para mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan teoritis, tetapi juga mendapatkan gambaran praktis mengenai peluang usaha dan tantangan di bidang agribisnis perikanan.

Melalui seminar ini, diharapkan mahasiswa mampu mengembangkan pola pikir inovatif dan siap berkontribusi dalam membangun sektor agribisnis yang berkelanjutan, sekaligus mendukung tercapainya ketahanan pangan nasional.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara dunia akademik dan komunitas pemuda dapat melahirkan ide-ide progresif dalam menghadapi tantangan masa depan.

Program Studi D3 Manajemen Agribisnis Raih Penghargaan Kinerja Terbaik Dua Tahun Berturut-turut

Program Studi Diploma 3 (D3) Manajemen Agribisnis kembali menorehkan prestasi gemilang dengan meraih penghargaan sebagai Program Studi D3 dengan Kinerja Terbaik pada tahun ini. Capaian ini menjadi semakin istimewa karena penghargaan serupa juga berhasil diraih pada tahun sebelumnya, menegaskan konsistensi kualitas dan dedikasi seluruh sivitas akademika.

Penghargaan ini diberikan berdasarkan berbagai indikator penilaian, termasuk kualitas pembelajaran, kinerja dosen, capaian mahasiswa, serta kontribusi program studi dalam pengembangan institusi dan masyarakat. Keberhasilan ini menunjukkan komitmen kuat Program Studi D3 dalam menjaga standar mutu pendidikan yang tinggi dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Ketua Program Studi D3 menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi terhadap pencapaian ini. “Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras bersama, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga dukungan dari pimpinan institusi. Kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas dan inovasi agar dapat mempertahankan bahkan melampaui prestasi ini di masa mendatang,” ujarnya.

WhatsApp Image 2026 04 15 at 16.23.13 1

Mahasiswa juga turut menjadi bagian penting dalam keberhasilan ini melalui berbagai prestasi akademik maupun non-akademik Selain itu, kerja sama dengan dunia industri dan mitra eksternal juga menjadi faktor pendukung dalam meningkatkan kualitas lulusan.

Dengan diraihnya penghargaan ini selama dua tahun berturut-turut, Program Studi D3 semakin optimis untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi terbaik dalam mencetak lulusan yang kompeten, profesional, dan siap bersaing di dunia kerja.

Prodi Manajemen Agribisnis Laksanakan Pemberdayaan Masyarakat Pascabencana di Desa Meunasah Bueng, Pidie Jaya

Program Studi Manajemen Agribisnis melaksanakan kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Pascabencana melalui Rehabilitasi Budidaya Udang dan Pengembangan Hidroponik Rumah Tangga di Desa Meunasah Bueng, Kabupaten Pidie Jaya. Kegiatan ini dilaksanakan mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan ini melibatkan dosen dan sivitas akademika Fakultas Pertanian, yaitu Dr. rer. hort. Indera Sakti Nasution, S.TP., M.Sc., Mujiburrahmad, S.P., M.Si., Prof. Dr. Ir. Elly Kesumawati, M.Agric.Sc., Ira Manyamsari, S.P., M.Si., serta Abdullah, S.E. Kehadiran tim di tengah masyarakat menjadi wujud nyata kontribusi akademisi dalam mendukung pemulihan pascabencana berbasis potensi lokal.

Pemberdayaan masyarakat difokuskan pada dua kegiatan utama, yaitu rehabilitasi budidaya udang dan pengembangan hidroponik rumah tangga. Rehabilitasi budidaya udang bertujuan untuk menghidupkan kembali tambak masyarakat yang terdampak bencana sebagai sumber mata pencaharian utama. Sementara itu, pengembangan hidroponik rumah tangga diarahkan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan.

WhatsApp Image 2026 02 05 at 14.11.47

Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Desa Meunasah Bueng agar mampu memulihkan kondisi ekonomi dan ketahanan pangan pascabencana. Melalui pendampingan dan pelatihan yang diberikan, diharapkan masyarakat menjadi lebih mandiri, produktif, serta memiliki sumber penghasilan yang berkelanjutan.

Dekan Fakultas Pertanian menyampaikan bahwa program ini mencerminkan semangat “mahasiswa berdampak”, yaitu mahasiswa yang hadir membawa solusi nyata bagi permasalahan masyarakat. Fakultas Pertanian terus mendorong agar ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di bangku kuliah dapat diterapkan secara langsung untuk membantu pemulihan ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat pascabencana.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Manajemen Agribisnis berharap terjalin hubungan yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat serta tercipta dampak positif yang nyata bagi pembangunan daerah.

Eksplorasi Agribisnis Kopi Gayo: Mahasiswa Manajemen Agribisnis Belajar Hulu Hingga Hilir di Takengon

TAKENGON – Mahasiswa Program Studi Manajemen Agribisnis Universitas Syiah Kuala baru-baru ini menyelesaikan field trip edukatif selama dua hari ke Takengon, Aceh Tengah, yang terkenal sebagai sentra penghasil Kopi Arabika Gayo terbaik. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif mengenai penerapan Good Agricultural Practices (GAP) dan seluruh rantai nilai komoditas kopi, dari hulu hingga hilir, serta inovasi agribisnis terpadu.

Hari Pertama: Belajar di KBQ Baburrayyan

Pada hari pertama, rombongan mahasiswa disambut hangat di Koperasi Baitul Qiradh (KBQ) Baburrayyan, sebuah koperasi yang dikenal aktif dalam membimbing petani dan memproses kopi Gayo untuk pasar ekspor.

Fokus utama kunjungan adalah praktik GAP Kopi. Mahasiswa disuguhkan pengetahuan penting tentang ciri-ciri buah kopi yang layak panen. Buah kopi harus dipetik secara selektif (selective picking) dengan kriteria matang penuh yang ditandai dengan warna merah ceri yang mengkilap. Pemilihan buah kopi adalah kunci awal untuk menghasilkan biji kopi berkualitas prima, karena pada fase ini kandungan gula optimal, yang akan memengaruhi cita rasa akhir. Selanjutnya mahasiswa juga diajarkan tahapan pascapanen yang lain seperti pengeringan, sortasi, dan cupping (uji cita rasa kopi).

WhatsApp Image 2025 11 10 at 06.21.25

WhatsApp Image 2025 11 10 at 05.45.58WhatsApp Image 2025 11 10 at 05.47.10

Para peserta juga mendapat pengalaman unik dalam menyeduh dan mencicipi kopi dengan teknik yang benar, agar dapat merasakan cita rasa kopi tanpa rasa pahit yang berlebihan. Tak hanya itu, pihak KBQ juga memperlihatkan proses pengemasan hingga pemasaran produk kopi yang menjadi salah satu keunggulan koperasi tersebut.

Hari 2: Inovasi Agribisnis Terpadu di Kebun Percontohan OFI

Kunjungan hari kedua membawa mahasiswa ke salah satu kebun percontohan/kebun terbaik milik Olam Food Ingredients (OFI), mitra dagang kopi global. Di lokasi ini, mahasiswa tidak hanya disajikan informasi mendalam mengenai varietas-varietas unggul Kopi Arabika Gayo yang dibudidayakan, tetapi juga disuguhkan dengan model agribisnis yang inovatif.

Hal yang paling menarik perhatian mahasiswa adalah praktik integrasi kopi dan budidaya lebah madu.

Di kebun percontohan tersebut, selain menanam kopi, pihak OFI juga membudidayakan lebah di antara perkebunan kopi. Praktik ini memberikan dua keuntungan utama yaitu Meningkatkan Hasil Kopi dan Produk Nilai Tambah. Integrasi ini menjadi pelajaran berharga bagi mahasiswa Manajemen Agribisnis tentang bagaimana menciptakan sistem pertanian berkelanjutan (sustainable farming) dan meningkatkan pendapatan petani melalui inovasi produk sampingan.

WhatsApp Image 2025 11 10 at 05.47.32WhatsApp Image 2025 11 10 at 05.48.41

"Kegiatan ini membuka mata mahasiswa kami bahwa manajemen agribisnis modern tidak hanya fokus pada satu komoditas, tetapi juga pada praktik berkelanjutan, kualitas dari hulu, dan inovasi integrasi seperti kopi dan madu. Ini adalah ilmu lapangan yang tak ternilai," ujar Mujiburrahmad, ketua Program Studi Manajemen Agribisnis.

Field trip ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa untuk menjadi pengelola agribisnis masa depan yang tidak hanya unggul dalam manajemen, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap kualitas dan keberlanjutan lingkungan.

Diploma III Manajemen Agribisnis Gelar Seminar dan Pelatihan "Smart Farming & Agripreneur 5.0" Bersama Komunitas You Sea : Inovasi Teknologi Dorong Ketahanan Pangan, Ajak Mahasiswa Bergabung dengan Gerakan You Sea

Banda Aceh, 24 Oktober 2025 – Program Studi Diploma 3 Manajemen Agribisnis kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan potensi kewirausahaan mahasiswa di bidang pertanian dan teknologi. Untuk kedua kalinya, Prodi Diploma III MAB  sukses menyelenggarakan kegiatan seminar dan pelatihan kewirausahaan dengan menggandeng Komunitas You Sea.

Mengusung tema "Smart Farming dan Agripreneur 5.0: Inovasi Teknologi untuk Ketahanan Pangan", acara ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan mutakhir yang relevan dengan perkembangan industri pertanian di era Society 5.0. Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan mahasiswa yang antusias mengikuti materi yang disampaikan oleh pakar dari Komunitas You Sea.

WhatsApp Image 2025 10 24 at 09.53.12

Seminar dan pelatihan ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Bapak Brian Guntur, S.E., M.Si. dan Bapak Sukarta, S.Si., yang keduanya merupakan bagian penting dari Komunitas You Sea. Dalam sesi mereka, kedua pemateri tidak hanya memaparkan konsep smart farming—pemanfaatan teknologi seperti IoT dan big data untuk pertanian yang lebih efisien—namun juga mengupas tuntas model bisnis Agripreneur 5.0 yang berfokus pada inovasi dan adaptasi terhadap kebutuhan pasar global.

Bapak Brian Guntur, S.E., M.Si., menekankan bahwa pertanian modern tidak lagi identik dengan pekerjaan di ladang secara tradisional, melainkan telah bertransformasi menjadi sektor yang didorong oleh data dan teknologi. "Mahasiswa hari ini adalah calon pemimpin yang harus siap mengintegrasikan teknologi cerdas ke dalam rantai pangan kita. Smart Farming bukan hanya efisiensi, tetapi juga kunci untuk mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan," ujarnya.

Senada dengan itu, Bapak Sukarta, S.Si., turut memperkenalkan lebih dalam mengenai Komunitas You Sea, termasuk berbagai program dan kesempatan yang terbuka bagi generasi muda. Beliau berharap, melalui kegiatan kolaboratif yang sudah berjalan untuk kedua kalinya ini, semakin banyak mahasiswa Prodi MAB yang terinspirasi dan mau terlibat aktif.

"Kami sangat terbuka bagi mahasiswa yang memiliki semangat untuk berinovasi dan berkontribusi nyata pada sektor pertanian dan lingkungan. Komunitas You Sea adalah wadah bagi kalian untuk belajar, berkolaborasi, dan mewujudkan ide-ide cemerlang. Mari bergabung dan menjadi bagian dari perubahan positif ini," ajak Bapak Sukarta.

Koordinator Program Studi Bapak Mujiburrahmad, SP.,M.Si menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin kembali dengan You Sea. "Kerja sama kedua ini membuktikan komitmen Prodi untuk memberikan pengalaman belajar yang relevan dengan tuntutan zaman. Kami berharap ilmu dari seminar ini dapat memicu jiwa kewirausahaan dan inovasi teknologi pangan di kalangan mahasiswa," tutupnya.

WhatsApp Image 2025 10 24 at 09.51.52

Dengan suksesnya acara ini, Prodi MAB dan Komunitas You Sea berharap dapat terus menjalin kolaborasi untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki kontribusi nyata dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional melalui jalur agripreneurship yang cerdas dan berkelanjutan.