Prodi Manajemen Agribisnis Laksanakan Pemberdayaan Masyarakat Pascabencana di Desa Meunasah Bueng, Pidie Jaya

Program Studi Manajemen Agribisnis melaksanakan kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Pascabencana melalui Rehabilitasi Budidaya Udang dan Pengembangan Hidroponik Rumah Tangga di Desa Meunasah Bueng, Kabupaten Pidie Jaya. Kegiatan ini dilaksanakan mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan ini melibatkan dosen dan sivitas akademika Fakultas Pertanian, yaitu Dr. rer. hort. Indera Sakti Nasution, S.TP., M.Sc., Mujiburrahmad, S.P., M.Si., Prof. Dr. Ir. Elly Kesumawati, M.Agric.Sc., Ira Manyamsari, S.P., M.Si., serta Abdullah, S.E. Kehadiran tim di tengah masyarakat menjadi wujud nyata kontribusi akademisi dalam mendukung pemulihan pascabencana berbasis potensi lokal.

Pemberdayaan masyarakat difokuskan pada dua kegiatan utama, yaitu rehabilitasi budidaya udang dan pengembangan hidroponik rumah tangga. Rehabilitasi budidaya udang bertujuan untuk menghidupkan kembali tambak masyarakat yang terdampak bencana sebagai sumber mata pencaharian utama. Sementara itu, pengembangan hidroponik rumah tangga diarahkan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan.

WhatsApp Image 2026 02 05 at 14.11.47

Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Desa Meunasah Bueng agar mampu memulihkan kondisi ekonomi dan ketahanan pangan pascabencana. Melalui pendampingan dan pelatihan yang diberikan, diharapkan masyarakat menjadi lebih mandiri, produktif, serta memiliki sumber penghasilan yang berkelanjutan.

Dekan Fakultas Pertanian menyampaikan bahwa program ini mencerminkan semangat “mahasiswa berdampak”, yaitu mahasiswa yang hadir membawa solusi nyata bagi permasalahan masyarakat. Fakultas Pertanian terus mendorong agar ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di bangku kuliah dapat diterapkan secara langsung untuk membantu pemulihan ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat pascabencana.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Manajemen Agribisnis berharap terjalin hubungan yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat serta tercipta dampak positif yang nyata bagi pembangunan daerah.

Eksplorasi Agribisnis Kopi Gayo: Mahasiswa Manajemen Agribisnis Belajar Hulu Hingga Hilir di Takengon

TAKENGON – Mahasiswa Program Studi Manajemen Agribisnis Universitas Syiah Kuala baru-baru ini menyelesaikan field trip edukatif selama dua hari ke Takengon, Aceh Tengah, yang terkenal sebagai sentra penghasil Kopi Arabika Gayo terbaik. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif mengenai penerapan Good Agricultural Practices (GAP) dan seluruh rantai nilai komoditas kopi, dari hulu hingga hilir, serta inovasi agribisnis terpadu.

Hari Pertama: Belajar di KBQ Baburrayyan

Pada hari pertama, rombongan mahasiswa disambut hangat di Koperasi Baitul Qiradh (KBQ) Baburrayyan, sebuah koperasi yang dikenal aktif dalam membimbing petani dan memproses kopi Gayo untuk pasar ekspor.

Fokus utama kunjungan adalah praktik GAP Kopi. Mahasiswa disuguhkan pengetahuan penting tentang ciri-ciri buah kopi yang layak panen. Buah kopi harus dipetik secara selektif (selective picking) dengan kriteria matang penuh yang ditandai dengan warna merah ceri yang mengkilap. Pemilihan buah kopi adalah kunci awal untuk menghasilkan biji kopi berkualitas prima, karena pada fase ini kandungan gula optimal, yang akan memengaruhi cita rasa akhir. Selanjutnya mahasiswa juga diajarkan tahapan pascapanen yang lain seperti pengeringan, sortasi, dan cupping (uji cita rasa kopi).

WhatsApp Image 2025 11 10 at 06.21.25

WhatsApp Image 2025 11 10 at 05.45.58WhatsApp Image 2025 11 10 at 05.47.10

Para peserta juga mendapat pengalaman unik dalam menyeduh dan mencicipi kopi dengan teknik yang benar, agar dapat merasakan cita rasa kopi tanpa rasa pahit yang berlebihan. Tak hanya itu, pihak KBQ juga memperlihatkan proses pengemasan hingga pemasaran produk kopi yang menjadi salah satu keunggulan koperasi tersebut.

Hari 2: Inovasi Agribisnis Terpadu di Kebun Percontohan OFI

Kunjungan hari kedua membawa mahasiswa ke salah satu kebun percontohan/kebun terbaik milik Olam Food Ingredients (OFI), mitra dagang kopi global. Di lokasi ini, mahasiswa tidak hanya disajikan informasi mendalam mengenai varietas-varietas unggul Kopi Arabika Gayo yang dibudidayakan, tetapi juga disuguhkan dengan model agribisnis yang inovatif.

Hal yang paling menarik perhatian mahasiswa adalah praktik integrasi kopi dan budidaya lebah madu.

Di kebun percontohan tersebut, selain menanam kopi, pihak OFI juga membudidayakan lebah di antara perkebunan kopi. Praktik ini memberikan dua keuntungan utama yaitu Meningkatkan Hasil Kopi dan Produk Nilai Tambah. Integrasi ini menjadi pelajaran berharga bagi mahasiswa Manajemen Agribisnis tentang bagaimana menciptakan sistem pertanian berkelanjutan (sustainable farming) dan meningkatkan pendapatan petani melalui inovasi produk sampingan.

WhatsApp Image 2025 11 10 at 05.47.32WhatsApp Image 2025 11 10 at 05.48.41

"Kegiatan ini membuka mata mahasiswa kami bahwa manajemen agribisnis modern tidak hanya fokus pada satu komoditas, tetapi juga pada praktik berkelanjutan, kualitas dari hulu, dan inovasi integrasi seperti kopi dan madu. Ini adalah ilmu lapangan yang tak ternilai," ujar Mujiburrahmad, ketua Program Studi Manajemen Agribisnis.

Field trip ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa untuk menjadi pengelola agribisnis masa depan yang tidak hanya unggul dalam manajemen, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap kualitas dan keberlanjutan lingkungan.

Diploma III Manajemen Agribisnis Gelar Seminar dan Pelatihan "Smart Farming & Agripreneur 5.0" Bersama Komunitas You Sea : Inovasi Teknologi Dorong Ketahanan Pangan, Ajak Mahasiswa Bergabung dengan Gerakan You Sea

Banda Aceh, 24 Oktober 2025 – Program Studi Diploma 3 Manajemen Agribisnis kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan potensi kewirausahaan mahasiswa di bidang pertanian dan teknologi. Untuk kedua kalinya, Prodi Diploma III MAB  sukses menyelenggarakan kegiatan seminar dan pelatihan kewirausahaan dengan menggandeng Komunitas You Sea.

Mengusung tema "Smart Farming dan Agripreneur 5.0: Inovasi Teknologi untuk Ketahanan Pangan", acara ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan mutakhir yang relevan dengan perkembangan industri pertanian di era Society 5.0. Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan mahasiswa yang antusias mengikuti materi yang disampaikan oleh pakar dari Komunitas You Sea.

WhatsApp Image 2025 10 24 at 09.53.12

Seminar dan pelatihan ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Bapak Brian Guntur, S.E., M.Si. dan Bapak Sukarta, S.Si., yang keduanya merupakan bagian penting dari Komunitas You Sea. Dalam sesi mereka, kedua pemateri tidak hanya memaparkan konsep smart farming—pemanfaatan teknologi seperti IoT dan big data untuk pertanian yang lebih efisien—namun juga mengupas tuntas model bisnis Agripreneur 5.0 yang berfokus pada inovasi dan adaptasi terhadap kebutuhan pasar global.

Bapak Brian Guntur, S.E., M.Si., menekankan bahwa pertanian modern tidak lagi identik dengan pekerjaan di ladang secara tradisional, melainkan telah bertransformasi menjadi sektor yang didorong oleh data dan teknologi. "Mahasiswa hari ini adalah calon pemimpin yang harus siap mengintegrasikan teknologi cerdas ke dalam rantai pangan kita. Smart Farming bukan hanya efisiensi, tetapi juga kunci untuk mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan," ujarnya.

Senada dengan itu, Bapak Sukarta, S.Si., turut memperkenalkan lebih dalam mengenai Komunitas You Sea, termasuk berbagai program dan kesempatan yang terbuka bagi generasi muda. Beliau berharap, melalui kegiatan kolaboratif yang sudah berjalan untuk kedua kalinya ini, semakin banyak mahasiswa Prodi MAB yang terinspirasi dan mau terlibat aktif.

"Kami sangat terbuka bagi mahasiswa yang memiliki semangat untuk berinovasi dan berkontribusi nyata pada sektor pertanian dan lingkungan. Komunitas You Sea adalah wadah bagi kalian untuk belajar, berkolaborasi, dan mewujudkan ide-ide cemerlang. Mari bergabung dan menjadi bagian dari perubahan positif ini," ajak Bapak Sukarta.

Koordinator Program Studi Bapak Mujiburrahmad, SP.,M.Si menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin kembali dengan You Sea. "Kerja sama kedua ini membuktikan komitmen Prodi untuk memberikan pengalaman belajar yang relevan dengan tuntutan zaman. Kami berharap ilmu dari seminar ini dapat memicu jiwa kewirausahaan dan inovasi teknologi pangan di kalangan mahasiswa," tutupnya.

WhatsApp Image 2025 10 24 at 09.51.52

Dengan suksesnya acara ini, Prodi MAB dan Komunitas You Sea berharap dapat terus menjalin kolaborasi untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki kontribusi nyata dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional melalui jalur agripreneurship yang cerdas dan berkelanjutan.

Empat Dosen Prodi Diploma III Manajemen Agribisnis Ikuti Seminar Nasional dan Kongres IV Perhimpunan Ahli Penyuluhan Pembangunan Indonesia

Banda Aceh, September 2025 — Empat dosen dari Program Studi Diploma III Manajemen Agribisnis, Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, mengikuti Seminar Nasional dan Kongres IV Perhimpunan Ahli Penyuluhan Pembangunan Indonesia (PAPPI) yang diselenggarakan pada tanggal 11-12 September 2025. Kegiatan ini mengusung tema “quo vadis penyuluhan dan pemberdayaan dalam perspektif sistemik”.

Keempat dosen yang hadir mewakili Prodi Diploma III Manajemen Agribisnis adalah:

  1. Mujiburrahmad, SP.,M.Si
  2. Dr. Elvira Iskandar, SP.,M.Sc
  3. Ira Manyamsari, SP.,M.Si
  4. Ir. Akhmad Baihaqi, SP.,M.M

WhatsApp Image 2025 09 11 at 11.04.59

Partisipasi dosen dalam seminar nasional dan kongres ini merupakan bentuk komitmen program studi dalam meningkatkan kompetensi dan jejaring akademik di bidang penyuluhan serta pembangunan pertanian. Melalui kegiatan ini, para dosen memperoleh kesempatan untuk bertukar pengetahuan, memperluas wawasan, serta membangun kolaborasi dengan akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan lainnya dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga penyuluhan di Indonesia.

Selain menghadiri seminar, para dosen juga turut serta dalam agenda Kongres IV PAPPI yang membahas arah strategis organisasi, penguatan kelembagaan penyuluhan, serta peran akademisi dalam mendukung pembangunan pedesaan yang inklusif dan berkelanjutan.

Keterlibatan dosen Prodi Diploma III Manajemen Agribisnis pada kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi penguatan peran penyuluhan pertanian, khususnya dalam mendukung pembangunan agribisnis yang adaptif, berkelanjutan, dan berdaya saing di tingkat lokal maupun nasional.

Kerja Sama D3 Manajemen Agribisnis dengan PTPN IV Langsa dalam Program Magang Mahasiswa

Banda Aceh, 25 Agustus – Program Studi Diploma 3 Manajemen Agribisnis kembali melaksanakan kegiatan magang mahasiswa sebagai bagian dari implementasi kurikulum berbasis pengalaman kerja. Pada kesempatan kali ini, sebanyak enam mahasiswa resmi diserahkan untuk melaksanakan magang di PTPN IV Langsa, salah satu perusahaan perkebunan terkemuka di Indonesia.

Acara penyerahan mahasiswa magang berlangsung pada awal Agustus 2025 dengan suasana penuh keakraban dan semangat kerja sama. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, perwakilan dari Program Studi D3 Manajemen Agribisnis yakni Bapak Ir. Edi Marsudi, M.Si  dan juga Bapak Dr. Ir. Romano, MP.

WhatsApp Image 2025 08 25 at 14.39.04

Dalam sambutannya, Bapak Edi Marsudi menegaskan bahwa kegiatan magang ini merupakan bagian integral dari proses pembelajaran mahasiswa. Melalui magang, mahasiswa diharapkan mampu mengasah kompetensi praktis di lapangan, memahami dinamika kerja dalam dunia perkebunan, serta memperkuat keterampilan manajerial yang relevan dengan kebutuhan industri agribisnis. “Kami percaya, pengalaman magang ini akan memberikan bekal berharga bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia kerja setelah lulus nantinya,” ujarnya.

Adapun kegiatan magang ini direncanakan berlangsung selama empat bulan, terhitung mulai Agustus hingga November 2025. Selama periode tersebut, mahasiswa akan ditempatkan di berbagai unit kerja sesuai bidang keahlian, dengan pendampingan langsung dari supervisor di lapangan.

Keenam mahasiswa yang mengikuti program magang ini telah dipersiapkan untuk menghadapi tantangan industri agribisnis modern. Mereka akan belajar langsung mengenai penerapan manajemen agribisnis dalam skala besar, sehingga mampu menghubungkan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik nyata di dunia kerja.

WhatsApp Image 2025 08 25 at 14.39.05

Program magang ini tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara institusi pendidikan dengan dunia industri. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan tercipta sinergi berkelanjutan yang mampu meningkatkan kualitas lulusan Program Studi D3 Manajemen Agribisnis, sehingga lebih siap bersaing dan berkontribusi dalam pembangunan sektor pertanian dan perkebunan di Indonesia.

WhatsApp Image 2025 08 25 at 14.39.06